Dimatamu,
Detik adalah celah tuk melaju
Dimatamu,
Tangis adalah awal tuk tersenyum
Dimatamu,
Peluh adalah nyawa tuk bertarung
Dimatamu,
Terkadang langit terasa terlalu tinggi untuk kau rengkuh
Dimatamu,
Kau hanya bagian kecil dari hidupku
Dimataku,
Kau lebih dari sekedar itu
Kau adalah arah kemana ku akan menuju
Minggu, 15 Juli 2012
Sabtu, 14 Juli 2012
Tak Perlu Bernada
Hanya melihat gerikmu
Merapikan rambut atau kerah kemeja
Sesekali mengambil handphone
Atau melihat keluar jendela
Hanya mendengar senandungmu
Diiringi sayup musik di belakang
Sesekali komentar apa yang terjadi di luar
Atau iklan radio yang keterusan
Tak perlu banyak kata kita bicara
Tak perlu bernada juga kita bersuara
Cukup waktu untuk saling tahu
Cukup rasa untuk tak saling meragu
Merapikan rambut atau kerah kemeja
Sesekali mengambil handphone
Atau melihat keluar jendela
Hanya mendengar senandungmu
Diiringi sayup musik di belakang
Sesekali komentar apa yang terjadi di luar
Atau iklan radio yang keterusan
Tak perlu banyak kata kita bicara
Tak perlu bernada juga kita bersuara
Cukup waktu untuk saling tahu
Cukup rasa untuk tak saling meragu
Jumat, 13 Juli 2012
Hanya Sebatas Rindu
Ingin bertanya
Akan apa warnamu kini
Masih biru apa sudah berganti
Ingin mendengar
Apa tangga nadamu kini
Masih dominant apa sedikit diminish
Ingin melihat
Apa gaya andalanmu kini
Masih messy tapi sexy atau sudah sedikit rapih
Tak apa, tak penting kau hiraukan
Tak perlu angkat bicara atas keadaan
Aku hanya sebatas rindu
Yang tak perlu kau rengkuh
Akan apa warnamu kini
Masih biru apa sudah berganti
Ingin mendengar
Apa tangga nadamu kini
Masih dominant apa sedikit diminish
Ingin melihat
Apa gaya andalanmu kini
Masih messy tapi sexy atau sudah sedikit rapih
Tak apa, tak penting kau hiraukan
Tak perlu angkat bicara atas keadaan
Aku hanya sebatas rindu
Yang tak perlu kau rengkuh
Kamis, 05 Juli 2012
Ada Saatnya
Ada saat kuwarnai kuku menjadi pink
Sedikit menambah nuansa tuts keyboard saat itu
Tercipta tulisan yang tidak buruk
Dan beberapa alunan nada yang lumayan enak didengar
Ada saat kuhapus warna pink itu menjadi tidak ada sama sekali
Saat itulah mungkin nada-nada lupa kuciptakan
Tersibukkan oleh penciptaan yang lain
Tak apa sesekali, memang tak hanya disitu jemariku pergi
Kadang aku pink kadang aku plain
Begitupun dirimu,
kadang mencerahkan
kadang mengaburkan pandang
Suppose to be posted on July 3rd, 2012
Sedikit menambah nuansa tuts keyboard saat itu
Tercipta tulisan yang tidak buruk
Dan beberapa alunan nada yang lumayan enak didengar
Ada saat kuhapus warna pink itu menjadi tidak ada sama sekali
Saat itulah mungkin nada-nada lupa kuciptakan
Tersibukkan oleh penciptaan yang lain
Tak apa sesekali, memang tak hanya disitu jemariku pergi
Kadang aku pink kadang aku plain
Begitupun dirimu,
kadang mencerahkan
kadang mengaburkan pandang
Suppose to be posted on July 3rd, 2012
Senin, 02 Juli 2012
Hanya Aku yang Setia
Ada saatnya ketika semua pergi
Meninggalkanmu dalam kesendirian duniawi
Bersama sepotong kue pelangi dan secangkir kopi
Berhenti, tak ada yang perlu ditangisi
Air mata takkan merubah apa yang terjadi
Kini hanya pikirmu yang bisa pegang kendali
Buka kembali peta butamu
Genggam erat kompas tuamu
Langkahkan boots kulitmu dengan pasti keluar pintu
Kini kau menuju ke arah yang baru
Ke arahku
Karena hanya aku yang setia
Meninggalkanmu dalam kesendirian duniawi
Bersama sepotong kue pelangi dan secangkir kopi
Berhenti, tak ada yang perlu ditangisi
Air mata takkan merubah apa yang terjadi
Kini hanya pikirmu yang bisa pegang kendali
Buka kembali peta butamu
Genggam erat kompas tuamu
Langkahkan boots kulitmu dengan pasti keluar pintu
Kini kau menuju ke arah yang baru
Ke arahku
Karena hanya aku yang setia
Anakku Kinnara
Perlahan kulihat dia beranjak pergi
Hati-hati mengejar bayangannya sendiri
Tergelak walau entah mengapa harus
Berteriak meski tak jelas apa yang dimaksud
365 hari sudah usianya kini
Selama itu juga dia selalu memberi arti
Dari bangun hingga tidur kembali
Tangis tawanya tak pernah jenuh tuk dipandangi
Aku tak ingin hidup tanpa dia
Hanya dia yang membuatku ada, bukan sebaliknya
Kuanggap dia telah mengerti
Setiap ujar yang kubisikkan setiap detik berganti
"Berjalanlah sejauh mungkin anakku
Kejarlah apapun yang kau mau
Jangan hiraukan apapun yang buatmu ragu
Kau lebih kuat dari apapun yang kau tahu"
Karena kaulah yang terindah,
Anakku Kinnara.
Sunday, July 1st 2012
Hati-hati mengejar bayangannya sendiri
Tergelak walau entah mengapa harus
Berteriak meski tak jelas apa yang dimaksud
365 hari sudah usianya kini
Selama itu juga dia selalu memberi arti
Dari bangun hingga tidur kembali
Tangis tawanya tak pernah jenuh tuk dipandangi
Aku tak ingin hidup tanpa dia
Hanya dia yang membuatku ada, bukan sebaliknya
Kuanggap dia telah mengerti
Setiap ujar yang kubisikkan setiap detik berganti
"Berjalanlah sejauh mungkin anakku
Kejarlah apapun yang kau mau
Jangan hiraukan apapun yang buatmu ragu
Kau lebih kuat dari apapun yang kau tahu"
Karena kaulah yang terindah,
Anakku Kinnara.
Sunday, July 1st 2012
Rasa yang Bisu
Rasa itu awal, rasa itu akhir
Tak beranjak, tak bergeming
Rasa itu rindu, rasa itu benci
Tak berkata jujur, tak juga melacur
Aku paham kau lewat telinga
Aku merasakanmu lewat dinding bergema
Aku denganmu hanyalah rasa yang bisu
Sebisu guratan pena diatas kaca bening tak bertuan
Saturday, June 30th 2012
Tak beranjak, tak bergeming
Rasa itu rindu, rasa itu benci
Tak berkata jujur, tak juga melacur
Aku paham kau lewat telinga
Aku merasakanmu lewat dinding bergema
Aku denganmu hanyalah rasa yang bisu
Sebisu guratan pena diatas kaca bening tak bertuan
Saturday, June 30th 2012
Langganan:
Postingan (Atom)