Aku memujamu,
Layaknya wanita yang menyatukan cermin-cermin retak,
berharap kembali utuh
Aku memujamu,
Layaknya rumput kering yang terbakar matahari,
menanti regenerasi
Aku memujamu,
Layaknya buku notes yang sudah penuh akan tulisan,
menunggu untuk digantikan
Aku memujamu,
Layaknya modem internet yang kehilangan signal,
mencari titik tepat
Aku memujamu,
Layaknya lipstik cair yang tidak terpoles rata,
berharap untuk dirapihkan
Aku memujamu,
Aku memujamu,
Aku memujamu,
Layaknya anak kecil yang ingin suaranya didengar,
dan berharap memberikan makna
Selasa, 26 Juni 2012
Senin, 25 Juni 2012
Karena Aku adalah Kamu
Kita bersanding diatas peluh
Keluh, kesah dan gerutu
Air mata adalah langit kita
Duri ilalang adalah kasur kita
Esok pagi adalah harapan
Jalan keluar adalah teka teki
Mata air adalah berkah
Seyummu adalah anugerah
Apapun yang terjadi
Aku tak akan pergi
Walau tertatih langkah ini
Tetap bisa berjalan pasti
Karena aku adalah kamu
Kamu adalah tulang belakangku
Katamu arah bagiku
Pelukmu nafas bagiku
Kekasihku
Keluh, kesah dan gerutu
Air mata adalah langit kita
Duri ilalang adalah kasur kita
Esok pagi adalah harapan
Jalan keluar adalah teka teki
Mata air adalah berkah
Seyummu adalah anugerah
Apapun yang terjadi
Aku tak akan pergi
Walau tertatih langkah ini
Tetap bisa berjalan pasti
Karena aku adalah kamu
Kamu adalah tulang belakangku
Katamu arah bagiku
Pelukmu nafas bagiku
Kekasihku
Minggu, 24 Juni 2012
Tak Perlu Seperti Itu
Jemarimu terjuntai
Katamu membisu
Matamu tertunduk
Lesu
Tak Perlu Seperti Itu
Nafasmu memberat
Sesuatu menyumbat tenggorokan
Sejenak atau seterusnya
Menyerah
Tak Perlu Seperti Itu
Ini hidup bukan naskah
Tak tahu kapan berganti peran
Tak tahu kapan akan berakhir
Maka angkat dagumu, kau...
Tak perlu seperti itu
Mentari terbit, lalu tenggelam
Salju turun kelak mencair
Hujan deras kelak kan reda
Senyumlah
Tak perlu seperti itu
Kau anak manusia
Terlahir untuk bertahan
Terlahir untuk memberi makna
Bagaimanapun, kau...
Tak perlu seperti itu
Katamu membisu
Matamu tertunduk
Lesu
Tak Perlu Seperti Itu
Nafasmu memberat
Sesuatu menyumbat tenggorokan
Sejenak atau seterusnya
Menyerah
Tak Perlu Seperti Itu
Ini hidup bukan naskah
Tak tahu kapan berganti peran
Tak tahu kapan akan berakhir
Maka angkat dagumu, kau...
Tak perlu seperti itu
Mentari terbit, lalu tenggelam
Salju turun kelak mencair
Hujan deras kelak kan reda
Senyumlah
Tak perlu seperti itu
Kau anak manusia
Terlahir untuk bertahan
Terlahir untuk memberi makna
Bagaimanapun, kau...
Tak perlu seperti itu
Sabtu, 23 Juni 2012
Ku Ada untuk Kau Saja
Berhenti bertanya
Suatu yang tak terucapkan
Karena selalu tersirat
Ku ada untuk kau saja
Berhenti berkata
Kuharap hanya tatapan
Tak perlu ada tangis tercurah
Ku ada untuk kau saja
Saat kau terlelap
Saat kau terjaga
Saat kau tak ada
Ku ada untuk kau saja
Saat kau tak butuh aku
Saat kau ragukan aku
Saat kau tak lagi memendam rindu
Ku ada untuk kau saja
Suatu yang tak terucapkan
Karena selalu tersirat
Ku ada untuk kau saja
Berhenti berkata
Kuharap hanya tatapan
Tak perlu ada tangis tercurah
Ku ada untuk kau saja
Saat kau terlelap
Saat kau terjaga
Saat kau tak ada
Ku ada untuk kau saja
Saat kau tak butuh aku
Saat kau ragukan aku
Saat kau tak lagi memendam rindu
Ku ada untuk kau saja
Setia Entah Sampai Kapan
Langkah cepat
Berlari bagai mengejar kekasih
Menuju sesuatu yang angkuh
Ada suara kecil berbisik
Kamu terlambat
Putar arah segera
Namun pikiran enggan beranjak
"Aku disini saja"
"Kamu saja kesana"
Seraya terus menatap sesuatu
Berharap ada yang datang
Dan membawanya pergi
Raga mulai empati
"Kasihan kau sendiri"
"Bisa apa kau tanpaku?"
Berakhir mereka disini
Menanti si sesuatu yang angkuh
Setia entah sampai kapan
(Supposed to be posted on June 22. Blame internet connection)
Berlari bagai mengejar kekasih
Menuju sesuatu yang angkuh
Ada suara kecil berbisik
Kamu terlambat
Putar arah segera
Namun pikiran enggan beranjak
"Aku disini saja"
"Kamu saja kesana"
Seraya terus menatap sesuatu
Berharap ada yang datang
Dan membawanya pergi
Raga mulai empati
"Kasihan kau sendiri"
"Bisa apa kau tanpaku?"
Berakhir mereka disini
Menanti si sesuatu yang angkuh
Setia entah sampai kapan
(Supposed to be posted on June 22. Blame internet connection)
Kamis, 21 Juni 2012
Ketika Koma menjadi Titik
Serat itu terhanyut
Sederhana dan mungkin terlupakan
Mencoba untuk tidak terjebak
Akan suatu ketidakpastian
Hidup ini adalah pilihan, katanya
Banyaknya tikungan dan jalan keluar
Tak mampu tentukan kokohnya hati
Yang tersisa hanya jati diri
---------
Serat itu tiba di tempat baru
Disambut tetesan embun dan kicauan burung
Entah apa artinya dia kini
Yang pasti, dia bahagia disini
Ketika koma menjadi titik
Mungkin dibutuhkan lembaran baru, katanya
Yang bergaris atau kosong sama sekali
Yang penting warna tinta yang terpatri
---------
Sederhana dan mungkin terlupakan
Mencoba untuk tidak terjebak
Akan suatu ketidakpastian
Hidup ini adalah pilihan, katanya
Banyaknya tikungan dan jalan keluar
Tak mampu tentukan kokohnya hati
Yang tersisa hanya jati diri
---------
Serat itu tiba di tempat baru
Disambut tetesan embun dan kicauan burung
Entah apa artinya dia kini
Yang pasti, dia bahagia disini
Ketika koma menjadi titik
Mungkin dibutuhkan lembaran baru, katanya
Yang bergaris atau kosong sama sekali
Yang penting warna tinta yang terpatri
---------
Rabu, 20 Juni 2012
Lebih Baik Begini
Sekedar bertutur
Sekedar tersalur
Hati tertutup
Mata terbuka
Lebih baik begini
Detik berlanjut
Bulan bersambut
Mulut terbungkam
Tangan berpegangan
Lebih baik begini
Hentikan langkahmu di depan pintu
Atau cukup diujung jalan
Tak lebih kita butuhkan
Tak kurang kita miliki
Lebih baik begini
Inspirasiku
Imajinasiku
Tak ada indah pada waktunya
Tak perlu nyata pada saatnya
Lebih baik begini
Langganan:
Postingan (Atom)